We are proud to share IdWA’s active participation at INDOWATER2026 Expo & Forum

We are proud to share IdWA’s active participation at #INDOWATER2026 Expo & Forum, where the Indonesian Water Association (IdWA) brought together key stakeholders across the water sector through a series of meaningful engagements.

Over the course of the event, IdWA contributed through several major activities:
- National Seminar: “Indonesian Roadmap for Water Resilience & Sustainability”, co-organized with PT. SYSLAB
- Water Engineer Advanced 4.0 Training: focusing on innovative membrane technology, desalination, and wastewater reuse, sponsored by Toray Industries, Inc.
- Exhibition & industry engagement at the IdWA booth and association lounge; connecting members, practitioners, government, and technology providers
- Strategic networking sessions, including IdWA’s broader engagement with partners and industry players

We were also pleased to see our Chairman, Agus Umar Yasin, involved in an engagement hosted by SwissCham Indonesia, highlighting the importance of international dialogue and collaboration in advancing Indonesia’s water sector through innovation and partnership.

These activities reflect IdWA’s continued commitment to:
- strengthening professional capacity in the water sector,
- encouraging cross-sector collaboration,
- promoting practical and innovative water solutions, and
- contributing to a more resilient and sustainable water future for Indonesia.

Thank you to all speakers, trainers, participants, members, partners, and collaborators who contributed to the success of this series of activities.
IdWA will continue connecting policy, people, technology, and industry to help shape the future of water in Indonesia.

Seminar Nasional “Indonesian Roadmap for Water Resilience and Sustainability”

Mari bergabung dalam Seminar Nasional *“Indonesian Roadmap for Water Resilience and Sustainability”* yang diselenggarakan oleh Indonesian Water Association (IdWA) dalam rangka *INDO WATER 2026 Expo & Forum*.

Seminar ini akan membahas arah dan strategi Indonesia dalam membangun ketahanan air yang berkelanjutan, meliputi pengelolaan air bersih dan air limbah, pemenuhan kebutuhan air industri, pemanfaatan teknologi, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, asosiasi, dan pemangku kepentingan lainnya.

Forum ini diharapkan dapat menghasilkan wawasan dan rekomendasi konkret untuk menjawab tantangan perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, urbanisasi, serta peningkatan kebutuhan air nasional.

📅 Selasa, 11 Agustus 2026
⏰ 13.00–17.00 WIB*
📍 Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran

Peserta akan memperoleh *e-sertifikat gratis*.

Pendaftaran: [https://bit.ly/seminarwaterresilience](https://bit.ly/seminarwaterresilience)
Informasi: 0811-1637-228 | info@idwa.or.id

IdWA Hadir di INDO WATER 2026 - EXPO & FORUM

Indonesian Water Association (IdWA) kembali berpartisipasi sebagai Association Partner dalam Indo Water Expo Forum 2026—wadah strategis untuk mempertemukan pemerintah, industri, akademisi, asosiasi, dan praktisi dalam membangun masa depan pengelolaan air Indonesia.

Empat agenda utama IdWA:

Jadwal Event :

📅 11–13 Agustus 2026
📍 JIExpo Kemayoran, Jakarta
🌐 www.indowater.com
✉️ info@idwa.or.id

Mari bergabung, memperluas jejaring dan meningkatkan kompetensi

Visit PUMP & VALVES Indonesia 2026, Exhibition for Pump, Valve, and Industrial Equipment

Looking for the latest solutions in industrial flow technology?

Visit PUMP & VALVES Indonesia 2026, Indonesia’s leading exhibition for pump, valve, and industrial equipment solutions. Explore a wide range of products and technologies including pumps, valves, actuators, motors, pipe systems, controllers, and compressors for agriculture, maritime, chemical, manufacturing, and other industrial sectors.

Meet leading suppliers, discover innovative solutions, and connect with the right partners to support your business needs.

📅 28–30 July 2026
📍 JIExpo Kemayoran, Jakarta

Register your visit now:
https://agro-chemical.reg-gemindonesia.net/
Don't miss this opportunity to stay ahead of the industry's latest advancements.

IdWA Membawa Perspektif Indonesia tentang Integrated Water Security pada THAIWATER 2026 di Bangkok

Bangkok, 1 Juli 2026 – Indonesian Water Association (IdWA) berpartisipasi dalam THAIWATER 2026 Regional Collaboration Programme yang diselenggarakan di Queen Sirikit National Convention Centre (QSNCC), Bangkok, Thailand. Program ini mengangkat tema “WATER for All - Harnessing Innovation and AI for Sustainable Water Management: Building Nations Together” dan menjadi salah satu ruang penting bagi para pemangku kepentingan sektor air di kawasan ASEAN untuk bertukar gagasan, memperkuat jejaring, dan mendorong kerja sama implementatif.

Dalam kegiatan tersebut, IdWA diwakili oleh Agus Umar Yasin selaku Ketua Umum Indonesian Water Association (IdWA), Anggota Non-Pemerintah Dewan Sumber Daya Air Nasional Republik Indonesia (DSDAN), serta Water Positive Think Tank Member. Kehadiran IdWA menjadi bagian dari upaya memperkuat kontribusi Indonesia dalam percakapan regional mengenai ketahanan air, tata kelola sumber daya air, inovasi, pemanfaatan teknologi, dan pengelolaan air berkelanjutan.

Pada sesi “Innovation Spotlight: Voices of Water Leadership - ASEAN Perspectives”, Agus Umar Yasin menyampaikan presentasi berjudul “Integrated Water Security for ASEAN: Indonesia’s Perspective on Governance, Innovation and Water Reuse”. Melalui paparan tersebut, IdWA menegaskan bahwa ketahanan air tidak lagi dapat dipahami secara sempit sebagai isu infrastruktur atau teknologi semata. Ketahanan air kini merupakan agenda strategis yang berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat, ketahanan pangan, ketahanan industri, pertumbuhan perkotaan, adaptasi perubahan iklim, perlindungan lingkungan, dan daya saing ekonomi kawasan.

Tantangan Indonesia: Kompleksitas pada Skala Besar

Indonesia memiliki tantangan pengelolaan air yang sangat kompleks. Karakter geografis sebagai negara kepulauan menyebabkan kondisi air berbeda antarpulau, antardaerah aliran sungai, antarkota, kawasan industri, wilayah pertanian, dan pulau-pulau kecil.

Pertumbuhan penduduk, urbanisasi, peningkatan kebutuhan air baku, tekanan air limbah, serta risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, kekeringan, dan cuaca ekstrem menuntut pendekatan yang lebih terintegrasi.

Dalam konteks ini, pengelolaan air tidak cukup dilakukan melalui proyek-proyek yang berdiri sendiri. Ketahanan air perlu dikelola sebagai satu ekosistem yang menghubungkan tata kelola, regulasi, infrastruktur, data, pembiayaan, teknologi, akuntabilitas kelembagaan, dan kapasitas sumber daya manusia.

Pesan utama yang disampaikan IdWA adalah bahwa keberhasilan pengelolaan air terletak pada kemampuan membangun sistem yang bekerja secara nyata di tingkat wilayah sungai, perkotaan, kawasan industri, dan layanan kepada masyarakat.

Indonesia Tidak Berangkat dari Titik Nol

Salah satu pesan penting yang disampaikan adalah bahwa Indonesia tidak berangkat dari titik nol. Indonesia telah memiliki fondasi penting dalam pengelolaan sumber daya air, termasuk keberadaan DSDAN sebagai platform koordinasi nasional, kerangka regulasi sumber daya air, pembangunan infrastruktur bendungan dan irigasi, sistem penyediaan air minum regional, serta instrumen kepatuhan lingkungan untuk sektor industri.

Materi presentasi juga menampilkan sejumlah data yang menggambarkan skala pengelolaan air Indonesia, antara lain populasi 287,12 juta jiwa, 255 bendungan nasional, 3,14 juta hektare area irigasi kewenangan pusat, serta tantangan akses air minum dan sanitasi yang masih perlu terus diperkuat. Data tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kapasitas dan pengalaman besar, namun masih membutuhkan integrasi yang lebih kuat agar aset, regulasi, teknologi, dan pembiayaan dapat menghasilkan kinerja layanan yang terukur.

Ke depan, pembangunan infrastruktur air perlu bergerak dari paradigma asset construction menuju asset performance. Keberhasilan infrastruktur tidak hanya diukur dari jumlah fasilitas yang dibangun, tetapi dari sejauh mana fasilitas tersebut mampu memberikan layanan air yang aman, andal, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat, industri, pertanian, dan ekosistem.

Dari Kapasitas Instalasi Menuju Layanan yang Andal

Dalam konteks penyediaan air minum, IdWA menekankan pentingnya memperkuat sistem penyediaan air minum regional, memperluas jaringan distribusi, menurunkan tingkat kehilangan air (non-revenue water), memastikan kualitas air sampai ke pelanggan, serta meningkatkan keberlanjutan finansial operator. Layanan air minum tidak selesai pada kapasitas instalasi pengolahan. Layanan tersebut baru benar-benar selesai ketika air yang aman, andal, dan terjangkau sampai kepada masyarakat.

Untuk sektor industri, IdWA menekankan pentingnya transisi dari pendekatan pengolahan air limbah secara konvensional menuju produktivitas air industri. Water reuse, cleaner production, pemantauan digital, circular water management, serta budaya kepatuhan lingkungan yang lebih kuat menjadi elemen penting untuk meningkatkan kinerja lingkungan sekaligus mendukung pertumbuhan industri yang berkelanjutan.

Inovasi, AI, dan Tantangan Implementasi

Forum THAIWATER 2026 juga memberi ruang besar bagi diskusi mengenai inovasi dan artificial intelligence dalam pengelolaan air. Dalam pandangan IdWA, teknologi bukanlah hambatan utama. Tantangan yang lebih mendasar adalah bagaimana teknologi dapat diadopsi ke dalam kondisi operasional yang nyata, didukung oleh regulasi yang tepat, standar teknis, mekanisme pembiayaan yang bankable, data yang kredibel, akuntabilitas kelembagaan, serta tenaga profesional yang memiliki kemampuan implementasi.

Dengan demikian, transformasi sektor air tidak cukup hanya menghadirkan teknologi baru. Diperlukan ekosistem implementasi yang mempertemukan pemerintah, operator, asosiasi profesi, industri, penyedia teknologi, akademisi, lembaga pembiayaan, dan masyarakat pengguna. Teknologi akan menghasilkan dampak apabila dapat direplikasi, dibiayai, dioperasikan, dipelihara, dan diukur manfaatnya secara konsisten.

Business Networking dan Perluasan Jejaring Anggota IdWA

Selain sesi presentasi, THAIWATER 2026 juga menjadi platform penting bagi anggota IdWA dan delegasi Indonesia untuk memperkuat business networking di tingkat regional. Melalui interaksi dengan asosiasi air kawasan, perusahaan teknologi, konsultan, penyedia solusi, utilitas, pelaku industri, exhibitor, dan praktisi sektor air dari berbagai negara ASEAN, IdWA mendorong terbukanya peluang kolaborasi yang lebih luas.

Diskusi networking mencakup potensi kerja sama dalam teknologi pengolahan air dan air limbah, water reuse, digital monitoring, smart water systems, solusi air industri, peningkatan kapasitas profesional, serta peluang kemitraan proyek. Bagi IdWA, partisipasi internasional tidak hanya dimaknai sebagai representasi kelembagaan, tetapi juga sebagai upaya membuka akses bagi profesional, perusahaan, institusi, dan anggota IdWA untuk membangun jejaring, bertukar pengetahuan, menjajaki peluang pasar, dan membawa solusi praktis kembali ke Indonesia.

Agenda ASEAN: Dari Dialog Menuju Implementasi

Pada tingkat ASEAN, IdWA mendorong agar kerja sama regional bergerak dari dialog menuju implementasi praktis. Kolaborasi ke depan perlu diarahkan pada pilot project yang dapat direplikasi, standar implementasi bersama, adaptasi teknologi, pengelolaan air pulau kecil, ketahanan iklim, water reuse, serta penguatan kemitraan antara pemerintah, utilitas, asosiasi, akademisi, industri, dan lembaga pembiayaan.

Melalui partisipasi ini, IdWA menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung kontribusi Indonesia dalam agenda ketahanan air regional. Indonesia tidak seharusnya hanya dipandang sebagai pasar teknologi air, tetapi juga sebagai mitra strategis kawasan yang memiliki pengalaman praktis, kapasitas kelembagaan, jejaring profesional, serta pembelajaran implementasi yang dapat berkontribusi bagi masa depan air berkelanjutan di ASEAN.

IdWA menyampaikan apresiasi kepada THAIWATER 2026, ASIAWATER by Informa Markets, para pembicara, panelis, delegasi, exhibitor, dan seluruh organisasi yang berpartisipasi atas terselenggaranya forum yang bermakna bagi pertukaran pengetahuan, kerja sama regional, dan penguatan jejaring bisnis sektor air.

Forum ini menjadi pengingat bahwa masa depan ketahanan air ASEAN tidak hanya ditentukan oleh siapa yang memiliki teknologi paling maju, tetapi oleh siapa yang mampu membangun ekosistem paling terpercaya untuk mengimplementasikan, mereplikasi, membiayai, dan memperluas solusi air yang berkelanjutan.

Tentang IdWA

Indonesian Water Association (IdWA) adalah asosiasi yang berkomitmen memperkuat sektor air Indonesia melalui berbagi pengetahuan, pengembangan kapasitas profesional, kolaborasi teknologi, keterlibatan kebijakan, serta kemitraan antara pemerintah, industri, akademisi, utilitas, dan para profesional sektor air.

ECOMONDO 2026 : The Green Technology Expo RIMINI - ITALY

Perhelatan besar terkait teknology hijau akan di laksanakan pada 3-6 November 2026 mendatang. Expo ini terdiri dari dua bagian besar yaitu terkait Water Recycle & Blue Economi di bidang teknologi air limbah, air bersih, teknologi daur ulang air limbah, dan juga di bidang limbah padat yaitu Waste as Resources merupakan expo terkait teknologi pengolahan limbah padat, circulair economy dll.

Expo besar ini di hadiri oleh pengunjung dari 122 negara, 108800 pengunjung dan 1850 exibitor dan di adakan selama 4 hari berturut turut. Expo juga mengadakan sekitar 250 konferensi, sehingga pengunjung bisa memilih untuk menggali keilmuan, memperbesar network jejaring internasional dalam event green technology tersebut.

Tahun 2025 yang lalu beberapa visitor dari Indonesia juga hadir baik berlatar belakang kontraktor di bidang air bersih, air limbah dan juga produsen daur ulang limbah padat dari berbagai kota di Indonesia. Di rencanakan minimal 10 sepuluh perusahaan dari Indonesia akan hadir kembali dalam event Ecomondo 2026 mendatang.

Laporan Kegiatan Peduli Banjir Sumatera dengan Mesin Air Bersih 2025 - 2026

Indonesian Water Association (IdWA) menyalurkan bantuan alat penjernih air untuk mendukung pemulihan pasca bencana banjir di wilayah Sumatera. Program ini berfokus pada pemenuhan kebutuhan air bersih melalui pengadaan dan distribusi unit filtrasi, pompa, serta komponen pendukung ke titik-titik terdampak yang dikelola relawan, posko kemanusiaan, dan fasilitas komunitas.

Penggalangan donasi dilakukan pada 2-12 Desember 2025 dan dilanjutkan dengan proses pengiriman serta serah terima bantuan sepanjang Desember 2025-Januari 2026. Berdasarkan rekap internal, total donasi yang terhimpun mencapai Rp26.350.000 dari 24 donatur. Seluruh dana tersebut telah dikonversikan ke dalam bentuk barang/bantuan peralatan air bersih dan kebutuhan pendukung program, sehingga saldo akhir program adalah Rp0.

Bantuan disalurkan dalam bentuk 11 unit peralatan, mencakup mesin filter + pump, filter hydro, EDU-6 membran filter, serta pompa dan panel pendukung. Penyaluran menjangkau 9 titik distribusi, termasuk Aceh (Tamiang dan sekitarnya), Sumatera Barat (Bukittinggi), serta Sumatera Utara (Sibolga).

IdWA menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Program ini menegaskan komitmen IdWA untuk hadir dalam respons kemanusiaan berbasis solusi teknis air bersih, sekaligus menjaga akuntabilitas melalui rekap donasi, realisasi bantuan, pengeluaran, dan distribusi yang terdokumentasi.

Laporan Kegiatan Peduli Banjir Sumatera dengan Mesin Air Bersih 2025 - 2026

Klik Link ini untuk Penjelasan Lengkap

Over 55 Professionals Convene in Bogor for IdWA's Water Engineer Series on Membrane Filtration and Ion Exchange

The Indonesian Water Association (IdWA) successfully conducted the latest edition of its Water Engineer Series training on Saturday, 25 April 2026, at HYDRO Corporate University in Bogor. The full-day program — centered on the fundamentals of membrane filtration and ion exchange for water treatment applications — drew over 55 water industry professionals, making it one of the most attended technical training sessions in the series to date.

The training opened to a full room, a reflection of the growing demand among Indonesian water practitioners for structured, applied technical education. Participants came from diverse professional backgrounds — field operators, process engineers, and water treatment system designers — brought together by a shared commitment to deepening their expertise in one of the most critical areas of modern water management.

Following opening remarks from IdWA leadership (Ibu Eva Nirmala) and a brief technical orientation, lead trainer Hafiz As'ad took the floor for the first of two intensive sessions. The morning covered the fundamentals of ion exchange resin technology: the principles behind how resins work, the classification of resin types, regeneration cycles, and key design considerations for softening and demineralization systems. Participants engaged actively throughout, bringing real-world challenges from their own operations into the discussion — elevating the learning well beyond the slides.

After a coffee break, participants heard from TORAY — a globally recognized leader in membrane technology and one of the event's three sponsors. The TORAY presentation offered a practical look at advanced RO and UF membrane solutions, supported by project references and case studies from across the region. The session bridged the gap between product knowledge and field application, giving participants a sharper picture of what modern membrane technology looks like when deployed at scale.

The afternoon resumed after lunch with a technical presentation from SUNTAR, another sponsor and established player in Indonesia's water filtration industry. Their session covered ultrafiltration and reverse osmosis technologies, with particular focus on applications relevant to Indonesia's water treatment context. Engagement from the audience remained high — a strong signal of the quality of content being delivered.

Hafiz As'ad then returned for the day's second main training block: a deep dive into membrane filtration principles. The session covered filtration modes, system performance parameters, monitoring practices, and design fundamentals — the kind of applied, working knowledge that helps engineers make better decisions in the field. Questions came steadily from the floor as participants connected the material to their own operational realities.

The day concluded with a panel Q&A session bringing together the trainer and both sponsor companies. The discussion ranged broadly: membrane fouling management, pre-treatment strategies, resin selection criteria, and operational troubleshooting. It was the kind of open, honest exchange that transforms a training day into a genuine professional dialogue.

The session ended with a casual discussion and networking session capping a full, productive day at HYDRO Corporate University.

This event was made possible through the generous support of three industry sponsors: TORAY, SUNTAR, and HYDRO — each of whom contributed not only resources but also technical knowledge that enriched the training experience for every participant in the room.

IdWA will continue expanding the Water Engineer Series as part of its commitment to building technical capacity across Indonesia's water sector. Stay connected for upcoming programs, events, and industry updates.

Daftar Peserta Pelatihan

Daftar Peserta Water Engineer Series on Membrane Filtration and Ion Exchange 2026

Liputan Delegasi IdWA di ASIAWATER 2026 KLCC Malaysia

Indonesian Water Association (IdWA) berkesempatan mengikuti ASIAWATER 2026 yang
diselenggarakan di Kuala Lumpur Convention Centre, Malaysia, pada 7–9 April 2026.
Keikutsertaan ini menjadi bagian dari komitmen IdWA untuk terus memperkuat kolaborasi,
memperluas jejaring internasional, serta mendorong pengembangan sektor air Indonesia melalui
kemitraan regional dan global.

Dalam agenda tersebut, delegasi IdWA melaksanakan sejumlah kegiatan strategis. Salah satunya
adalah pertemuan business-to-business (B2B) dengan beberapa perusahaan mancanegara yang
bergerak di bidang teknologi air, pengolahan air limbah, peralatan industri, dan solusi pendukung
utilitas. Pertemuan ini membuka ruang diskusi yang konstruktif untuk menjajaki peluang kerja
sama, transfer pengetahuan, serta potensi pengembangan solusi yang relevan bagi kebutuhan
sektor air di Indonesia.

Delegasi IdWA juga mengadakan pertemuan dengan Pemerintah Kota Daegu sebagai bagian dari
upaya memperkuat kerja sama yang telah terjalin di sektor air. Pertemuan ini mencerminkan
semangat bersama untuk mendorong pertukaran pengetahuan, memperluas kolaborasi
kelembagaan, dan membangun peluang tindak lanjut yang lebih konkret di masa mendatang.
Pada rangkaian konferensi, Ketua Umum IdWA, Agus Umar Yasin, mewakili IdWA sebagai
pembicara dalam sesi bertajuk “Building Resilient Utilities in a Changing Climate – an
Indonesia Perspective.” Melalui presentasi tersebut, IdWA menyampaikan perspektif Indonesia
mengenai pentingnya ketahanan utilitas air, penguatan tata kelola, adaptasi terhadap perubahan
iklim, serta pengembangan layanan air yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Selain agenda formal, delegasi IdWA juga menghadiri jamuan makan malam dan networking
session yang menjadi sarana penting untuk mempererat hubungan antarprofesional, institusi, dan
pelaku industri air, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Interaksi semacam ini memiliki nilai
strategis dalam membangun kepercayaan, memperluas komunikasi lintas negara, dan membuka
peluang kolaborasi jangka panjang.

Partisipasi IdWA dalam ASIAWATER 2026 bukan sekadar kehadiran pada sebuah ajang
internasional, melainkan langkah nyata untuk memperkuat posisi Indonesia dalam percakapan
regional mengenai pengelolaan air, inovasi teknologi, dan pengembangan layanan air yang
tangguh menghadapi tantangan masa depan.

IdWA menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berinteraksi dan berdiskusi
bersama delegasi selama ASIAWATER 2026. Kami berharap berbagai pertemuan dan pertukaran
gagasan ini dapat berlanjut menjadi kerja sama yang konkret dan bermanfaat bagi kemajuan sektor
air Indonesia dan kawasan.

#IdWA #IndonesianWaterAssociation #ASIAWATER2026 #SektorAir #PengelolaanAir
#KetahananAir
#KetahananUtilitas
#KerjaSamaRegional #Networking #B2BMeeting
#WaterSector #WaterManagement #ClimateResilience #SoutheastAsia

IdWA Resmi Menjadi Anggota Asia Water Council (AWC) 23rd di BoC Meeting Hanoi

Indonesian Water Association (IdWA) resmi dikukuhkan sebagai anggota Asia Water Council (AWC) dalam 23rd Board of Council (BoC) Meeting & Technical Seminar yang diselenggarakan pada 5–6 November 2025 di JW Marriott, Hanoi, Vietnam. Pertemuan ini dihadiri sekitar 200 peserta dari lembaga pemerintah, organisasi internasional, akademisi, dan pelaku usaha sektor air dari berbagai negara Asia.

Pada agenda pengesahan anggota baru, IdWA tercatat sebagai salah satu dari lima organisasi yang diterima AWC, berdampingan dengan lembaga dari Pakistan, Uzbekistan, Nepal, dan Kazakhstan. IdWA masuk dalam kategori Public Organization dan mewakili Indonesia sebagai asosiasi profesional di bidang air.

Dinamika Pertemuan: Dari Kebijakan Air Asia hingga Water Accounting

Rangkaian kegiatan di Hanoi terdiri dari Technical Seminar, EXPO teknologi air, pertemuan bisnis G2B/B2B, serta sidang resmi BoC. Sesi teknis hari pertama fokus pada kondisi dan proyek sektor air di Vietnam, paparan teknologi perusahaan air Korea, serta peluang kerja sama investasi.

Pada hari kedua, AWC bersama OECD menyelenggarakan OECD Regional Track mengenai water accounting. Sesi ini menegaskan pentingnya pencatatan neraca air yang terintegrasi untuk mendukung kebijakan berbasis data, efisiensi ekonomi, dan ketahanan iklim di negara-negara Asia.

Dalam sidang 23rd BoC Meeting, para anggota dewan membahas berbagai agenda strategis, mulai dari laporan keuangan AWC 2025, perkembangan proyek kerja sama dengan OECD, UNDP, GGGI dan GCF, hingga persiapan 4th Asia International Water Week (AIWW) yang akan digelar di Filipina pada 2027. Pada agenda keanggotaan baru, nama Indonesian Water Association (IdWA) secara resmi dibacakan dan disetujui sebagai anggota AWC.

IdWA diwakili oleh Ketua Umum yang duduk sebagai Board Member dan menyampaikan pandangan Indonesia terkait pentingnya penguatan tata kelola sumber daya air, peningkatan kapasitas insinyur air, serta kolaborasi riset dan inovasi untuk menjawab tantangan perubahan iklim dan kebutuhan layanan air minum yang semakin kompleks.

Tujuan dan Peran IdWA sebagai Anggota AWC

Melalui aplikasi keanggotaan yang disampaikan ke Sekretariat AWC, IdWA menegaskan beberapa tujuan utama bergabung dalam jejaring ini:

  1. Menjadi jembatan Indonesia–Asia dalam isu air. IdWA berperan menghubungkan AWC dengan para pemangku kepentingan di Indonesia: kementerian/lembaga terkait, Dewan Sumber Daya Air Nasional, BUMN dan BUMD air minum, pelaku industri, akademisi, serta organisasi masyarakat sipil. Harapannya, inisiatif dan proyek AWC dapat bersinergi dengan agenda nasional pengelolaan sumber daya air dan layanan air minum di Indonesia.
  2. Mendorong proyek bersama dan transfer teknologi. Sebagai asosiasi yang berfokus pada pengolahan air dan air limbah, IdWA ingin terlibat dalam perancangan dan implementasi proyek air berkelanjutan di Indonesia maupun kawasan, termasuk penerapan teknologi pengolahan air, digital water, dan solusi peningkatan ketahanan iklim di daerah rawan banjir maupun kekeringan.
  3. Penguatan kapasitas dan sertifikasi profesi. IdWA telah membangun program Water Engineer Training untuk meningkatkan kompetensi insinyur dan operator sistem air. Melalui AWC, program ini diharapkan dapat terkoneksi dengan inisiatif pelatihan regional, pertukaran narasumber, dan pengembangan kurikulum bersama sehingga standar kompetensi SDM air di Indonesia sejajar dengan praktik terbaik kawasan.
  4. Berbagi pengalaman kebijakan dan regulasi. IdWA aktif dalam proses kebijakan di Dewan Sumber Daya Air Nasional dan berbagai forum regulasi sektor air. Pengalaman ini akan dibawa ke tingkat Asia untuk mendukung diskusi kebijakan, National Dialogues on Water, dan penyusunan kerangka tata kelola air yang lebih adaptif dan inklusif.
  5. Riset, inovasi, dan water stewardship. IdWA juga berkomitmen memperkuat riset dan inovasi di bidang teknologi pengolahan air, water reuse, serta pengembangan pendekatan water stewardship bersama industri—khususnya sektor manufaktur, tekstil, dan agribisnis—sejalan dengan agenda AWC terkait proyek air, laporan Global Water Welfare, dan kerja sama dengan lembaga pendanaan global.

Manfaat Keanggotaan dan Langkah Lanjutan

Sebagai anggota AWC, IdWA mendapatkan akses ke berbagai informasi strategis, hasil riset, laporan kebijakan, serta kesempatan berpartisipasi dalam Asia International Water Week, Sidang Umum, dan forum-forum global yang difasilitasi AWC. Kontribusi keanggotaan juga mendukung penyelenggaraan proyek air, penelitian, dan bantuan darurat bagi anggota yang terdampak bencana air.

Melalui surat resmi tertanggal 18 November 2025, Presiden AWC, Seogdae Yun, menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota dewan atas partisipasi aktif dalam 23rd BoC Meeting & Technical Seminar di Hanoi, sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan menuju 4th AIWW di Filipina tahun 2027 dan penguatan upaya bersama menghadapi tantangan air di Asia.

Bagi IdWA, keanggotaan di AWC bukan sekadar pengakuan internasional, tetapi sebuah mandat untuk bekerja lebih keras memperkuat pengelolaan air di Indonesia, menghubungkan aktor-aktor kunci lintas sektor, dan memastikan bahwa suara Indonesia hadir dalam percakapan global tentang air, iklim, dan pembangunan berkelanjutan