Liputan Water Engineer 3.0 : Belajar dari Lapangan, Siap Terapkan di Plant

Tiga hari penuh, 11–13 September 2025, program Water Engineer 3.0 hadir di sela pameran Water Indonesia – JIExpo Kemayoran, pukul 09.00–17.00 WIB. Kelas maraton ini mempertemukan praktisi lintas industry seperti migas, kilang, pertambangan, hingga utilitas dimana tujuannyauntuk membedah desain-proses, kimia, dan regulasi pengolahan air & air limbah industri yang bisa langsung dibawa pulang ke tempat kerja.

Apa yang Dipelajari Peserta?

Peserta memetakan karakteristik produced water (hidrokarbon terdispersi/terlarut, padatan, logam berat, salinitas) dan opsi pengolahan bertahap mulai pemisahan gravitasi/API–CPI, flotasi (DAF/IGF), hingga filtrasi kulit walnut sebagai polishing. Diskusi juga menyorot sizing dan batas efisiensi tiap unit (mis. cut-off droplet 30–50 µm pada coalescer/plate separator).
Di sisi water injection, materi menekankan kualitas air injeksi (TSS, distribusi ukuran partikel, OiW, DO, SO₄²⁻, Ba/Sr, bakteri) serta strategi kimia: oxygen scavenger, scale & corrosion inhibitor, biocide, sampai SOP CIP membran. Tujuannya menjaga injektivitas, integritas fasilitas, dan mencegah souring.

Kurikulum membentang dari API separator, equalization, DAF, proses biologis (activated sludge, MBBR/MBR), sedimentasi hingga dewatering lumpur (belt filter press, screw press). Tips desain praktis dibahas detail misalnya rasio L:W API ≥5:1, kontrol sludge removal, hingga faktor transfer oksigen (α, β) untuk aerasi.

Sesi ini menunjukkan mengapa kualitas air menjadi penentu keberhasilan waterflood/chemical EOR: deaerasi, sulfate removal (NF/RO), biocide untuk SRB, dan kontrol scale demi proteksi reservoir & injektivitas. Termasuk studi manfaat perpanjangan umur lapangan dan efisiensi biaya melalui reuse produced water.

Kerangka Regulasi (Wajib Tahu)

Pelatihan menekankan kepatuhan pada baku mutu dan pemantauan berkelanjutan:

Tujuan utama pelatihan Water Engineer pada dasarnya adalah menutup jarak antara teori dan praktik lapangan. Banyak keputusan di instalasi pengolahan air dan air limbah diambil di bawah tekanan kepatuhan regulasi, target produksi, dan batasan biaya. Karena itu, program ini dirancang untuk membekali peserta dengan “alat berpikir” yang praktis: bagaimana membaca parameter (TSS, minyak-dalam-air, DO, SRB, sulfat), memahami implikasinya terhadap proses, lalu menerjemahkannya menjadi langkah operasi yang aman, efisien, dan patuh. Hasil akhirnya bukan sekadar pengetahuan, melainkan kepercayaan diri mengambil keputusan berbasis data kapan gravitasi sudah cukup, kapan perlu flotasi, kapan filtrasi/membran wajib; berapa dosis kimia yang masuk akal; dan bagaimana menyiapkan rencana pemantauan serta dokumentasi audit yang rapi. Dengan demikian, pelatihan ini menyentuh tiga sasaran strategis sekaligus: kepatuhan dan perizinan, keandalan aset dan K3L, serta efisiensi CAPEX/OPEX.

Khusus pada edisi Water Engineer 3.0, fokus diarahkan pada tantangan lintas sektor produced water & water injection (migas), WWTP kilang, serta effluent pertambangan yang membutuhkan kombinasi proses dan kimia yang presisi. Pada sesi produced water dan water injection, peserta diajak menetapkan mutu target dan merangkai jalur pengolahan yang realistis (API/CPI → DAF/IGF → filtrasi/polishing → membran bila perlu), disertai strategi pengendalian korosi, kerak, dan biologi agar injektivitas terjaga. Di modul kilang, penekanan ada pada desain dan kendali operasi unit-unit kunci (equalization, DAF, proses biologis, sedimentasi, dewatering) untuk menekan bulking, foaming, dan carry-over. Sementara untuk pertambangan, peserta mempelajari pendekatan run-off/kolam pengendap, netralisasi–koagulasi–flokulasi, hingga opsi dewatering dan mitigasi acid mine drainage serta detoksifikasi yang patuh regulasi. Benang merahnya: setiap keputusan proses selalu ditautkan ke konsekuensi biaya, risiko operasional, dan kewajiban kepatuhan.

Manfaat yang diharapkan bersifat terukur. Peserta pulang dengan matriks keputusan proses (apa yang dipilih, kapan digunakan, dan batas efisiensinya), set-point operasi yang relevan dengan target efluen, rancangan rencana pemantauan (parameter, frekuensi, titik sampling), serta draft rencana perbaikan untuk kasus nyata di plant masing-masing. Dengan keluaran seperti ini, pelatihan tidak berhenti di ruang kelas, melainkan menjadi panduan kerja yang bisa langsung dipakai untuk meningkatkan kinerja instalasi, mengurangi downtime, dan membuat audit berjalan lebih mulus. Singkatnya, Water Engineer 3.0 adalah bengkel solusi: membongkar masalah nyata, menyusun langkah taktis, dan menguatkan kompetensi tim agar siap menghadapi batch berikutnya dan tantangan operasional berikutnya.

Suasana Kelas & Pengajar

Kelas dikemas praktis dan aplikatif bukan sekadar teori. Materi produced water & kilang dibawakan oleh praktisi yang mengupas detail unit operations dan parameter desain; sementara topik Water for Injection (EOR) diperkaya oleh pengalaman proyek lapangan mengenai deaerasi, sulfate removal, dan kontrol SRB.

Kenapa Anda Perlu Ikut Batch Berikutnya?

Sampai jumpa di Water Engineer berikutnya!

Program ini digelar berkala. Ikuti kanal IdWA untuk pengumuman jadwal dan pendaftaran terbaru.


Daftar Peserta Pelatihan

Daftar Peserta Water Engineer 3.0 2025

IdWA Water Engineer 2.0 - 2025 : Water Treatment Plant Design Based on Regulation and The Latest Technology

Liputan Kergiatan Pelatihan Spesial: Water Treatment Plant Design Based on Regulations and The Latest Technology.

Dalam era di mana kualitas air bersih menjadi semakin krusial, kebutuhan akan perancangan instalasi pengolahan air (Water Treatment Plant/WTP) yang efisien, sesuai regulasi, dan berbasis teknologi terkini menjadi hal yang tidak bisa ditawar. 

Pelatihan eksklusif “Water Treatment Plant Design Based on Regulations and The Latest Technology” bersama Gus Moel, Senior Advisor GUSSE dan Dewan Pakar dan Penasihat IdWA — figur berpengalaman lebih dari 25 tahun yang telah terlibat dalam berbagai proyek di bidang air bersih, air limbah dan daur ulang air limbah.

📅 Tanggal: 13 – 15 Agustus 2025 (3 Hari)
🕗 Waktu: 08.00 – 17.00 WIB
📍 Tempat: Indowater Expo & Forum, JIExpo Kemayoran, Jakarta

Pelatihan ini dirancang khusus untuk:

 


Daftar Peserta Pelatihan

Daftar Peserta Water Engineer 2.0 2025

Liputan Kegiatan Water Engineer: Pelatihan Desain IPAL di IndoWater 2024 Expo & Forum

Liputan Kegiatan Water Engineer: Pelatihan Desain Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di IndoWater 2024 Expo & Forum

Jakarta, 18-20 September 2024 – Indonesian Water Association (IdWA) sukses menyelenggarakan pelatihan Water Engineer: Wastewater Treatment Plant Design Training pada tanggal 18-20 September 2024 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta.

Pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian acara IndoWater 2024 Expo & Forum, yang dihadiri oleh berbagai peserta dari kalangan profesional, akademisi, praktisi teknik lingkungan, dan mahasiswa yang berfokus pada pengelolaan air limbah.

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan para peserta dalam memahami dan merancang Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang berkelanjutan dan sesuai dengan standar teknologi modern. Agenda pelatihan mencakup sesi teori, studi kasus, serta diskusi mengenai berbagai tantangan dan solusi terkait pengelolaan air limbah di Indonesia.


Daftar Peserta Pelatihan

Daftar Peserta Water Engineer 1.0 2024


Hari Pertama: Pengenalan dan Konsep Dasar Pengelolaan Air Limbah
Hari pertama pelatihan dimulai dengan sambutan dari Ketua Umum IdWA, Agus Umar Yasin, yang menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pengelolaan air. Beliau juga mengapresiasi antusiasme peserta yang datang dari berbagai latar belakang, baik dari industri, pemerintahan, maupun akademisi.

Sesi berikutnya diisi dengan pemaparan konsep dasar pengelolaan air limbah oleh Bapak Sakti Siregar - Dewan Pakar IdWA. Para peserta mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai prinsip dasar desain dan operasional IPAL, yang menjadi fondasi penting untuk sesi-sesi selanjutnya.

Hari Kedua: Studi Kasus dan Aplikasi Praktis
Memasuki hari kedua, para peserta diajak untuk menganalisis studi kasus nyata terkait desain dan pengelolaan IPAL. Diskusi mendalam mengenai aplikasi teknologi terbaru dalam pengolahan air limbah menjadi fokus utama, di mana peserta berkesempatan untuk memecahkan masalah-masalah teknis yang sering muncul di lapangan.

Mentor-mentor berpengalaman juga membimbing peserta dalam sesi diskusi kelompok, di mana mereka diajak untuk mengembangkan solusi kreatif terhadap permasalahan yang disajikan.

Hari Ketiga: Ujian & Penutupan
Pada hari terakhir, peserta mengikuti ujian sertifikasi untuk mengukur pemahaman dan keterampilan mereka setelah mengikuti pelatihan. Ujian ini dilakukan dengan penilaian komprehensif yang melibatkan simulasi desain IPAL dan analisis teknis. Adapun para penguji adalah Ibu Dr. Melly Mellyanawaty, S.T., M.Eng. , Bapak Ahmad Habibie, dan Bapak Tjatur Prasetijono