IdWA Perkuat Jejaring Global di Korea International Water Week (KIWW) 2025

24 November 2025 09:32

Indonesian Water Association (IdWA) berpartisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan Korea International Water Week (KIWW) 2025 di EXCO, Daegu, Republik Korea. Dengan tema besar  “Smart Water Future by Sharing Experience and Technology”, kehadiran IdWA difokuskan untuk memperkuat kerja sama internasional, membuka peluang kemitraan bisnis, dan mendorong inovasi pengelolaan air di Indonesia dan kawasan ASEAN.

Delegasi IdWA dipimpin oleh Ketua Umum IdWA, yang terlibat dalam beberapa agenda utama: Delegasi Business Dagang, Water Leaders’ Round Table (WLRT) 2025, World Water Cities Forum (WWCF) 2025, serta kunjungan kerja ke Korea Water Cluster.

1. Delegasi Business Dagang: Membuka Akses Pasar dan Teknologi

Melalui program delegasi business dagang, IdWA mengikuti serangkaian pertemuan B2B dan sesi penjajakan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan air Korea dan mitra internasional lainnya. Dalam forum ini, IdWA mempromosikan:

  • peluang investasi di proyek Sistem Penyediaan Air Bersih dan pengelolaan air limbah di berbagai daerah di Indonesia,
  • kebutuhan teknologi smart water (sensor, IoT, digital twin, dan AI untuk deteksi kebocoran serta manajemen aset),
  • peluang kolaborasi dalam bidang reuse air industri, kimia pengolahan air, serta solusi non-revenue water (NRW).

Pertemuan bisnis ini menjadi ruang bagi IdWA untuk menghubungkan utilitas air daerah, pelaku industri, dan penyedia teknologi global, sekaligus menyiapkan fondasi bagi proyek percontohan dan skema public–private partnership (PPP) yang lebih terstruktur di Indonesia.

2. Water Leaders’ Round Table 2025: Indonesia sebagai Living Lab Inovasi Air

Dalam Water Leaders’ Round Table (WLRT) 2025, Ketua Umum IdWA tampil sebagai salah satu pembicara bersama pimpinan lembaga air dari berbagai negara. WLRT 2025 mengusung sub-tema “Smart Innovation: A Bridge to the Shared Water Future” dan menjadi forum tingkat tinggi untuk berbagi kebijakan, pengalaman, serta usulan kerja sama internasional.

Pada sesi intervensinya, IdWA menekankan beberapa hal pokok:

  • pentingnya reuse air limbah industri dan produksi ultrapure water untuk kawasan industri elektronik, makanan-minuman, dan tekstil,
  • penguatan kerja sama Indonesia–Korea dalam penurunan NRW dan pengembangan utilitas pintar melalui desain DMA, manajemen tekanan, dan analitik kebocoran berbasis AI,
  • pengembangan jalur “Water Positive Indonesia 2030” yang menggabungkan efisiensi, reuse, replenishment, dan restorasi DAS dengan solusi berbasis alam,
  • kebutuhan mendesak Early Warning System banjir dan banjir bandang, serta integrasi data hidrometeorologi dengan kampanye kesiapsiagaan komunitas.

IdWA juga menyampaikan beberapa proposal kerja sama, antara lain pembentukan Indonesia–Korea–ASEAN Smart NRW Lab, ASEAN Water Engineer® Academy yang menargetkan ratusan insinyur air tersertifikasi, dan jejaring Product Verification & Testbed untuk sensor, membran, kimia, dan sistem skala kecil.

Dalam proses penyusunan WLRT 2025 Action Declaration, IdWA mendorong agar deklarasi tidak berhenti pada komitmen normatif, tetapi dilengkapi indikator terukur seperti penurunan NRW, peningkatan volume reuse, pengurangan risiko banjir, jumlah Water Engineer tersertifikasi, serta produk teknologi yang tervalidasi secara independen.

3. World Water Cities Forum 2025: Memperkuat Peran Kota dan Sektor Swasta

Masih di Daegu, IdWA juga berpartisipasi dalam World Water Cities Forum (WWCF) 2025, sebuah forum tahunan yang mempertemukan kota-kota dunia untuk berbagi praktik terbaik dan menjajaki kolaborasi konkrit, khususnya dalam tema kemitraan pemerintah–swasta dan ekspansi teknologi air ke luar negeri.

Dalam sesi panel, Ketua Umum IdWA memaparkan bagaimana krisis iklim melalui peningkatan frekuensi banjir, kekeringan, dan naiknya muka air laut mempengaruhi kelayakan proyek dan bisnis infrastruktur air di Indonesia. Beberapa poin yang disorot antara lain:

  • kebutuhan desain proyek yang sejak awal memasukkan risiko iklim sebagai indikator kinerja utama;
  • peran PPP dan penjaminan pemerintah (seperti skema blended finance dan availability payment) untuk menurunkan risiko investasi;
  • pentingnya uji coba teknologi (pilot project) bersama water treatment operator dan pemerintah daerah sebagai dasar replikasi ke kota-kota lain di Asia dan Afrika.

IdWA menegaskan posisi dirinya sebagai jembatan antara pemerintah, swasta, akademisi, dan komunitas dalam mengakselerasi adopsi teknologi smart water, sekaligus memastikan bahwa inovasi tetap sejalan dengan inklusi sosial dan keberlanjutan lingkungan.


Laporan Kunjungan Indonesian Water Association (IdWA)
Korea International Water Week (KIWW) 2025
Daegu, Republik Korea – 12–15 November 2025

Go to Top
Menu
© 2025 - IdWA - All Rights Reserved
chevron-right