IdWA Membawa Perspektif Indonesia tentang Integrated Water Security pada THAIWATER 2026 di Bangkok

7 July 2026 11:11

Bangkok, 1 Juli 2026 – Indonesian Water Association (IdWA) berpartisipasi dalam THAIWATER 2026 Regional Collaboration Programme yang diselenggarakan di Queen Sirikit National Convention Centre (QSNCC), Bangkok, Thailand. Program ini mengangkat tema “WATER for All - Harnessing Innovation and AI for Sustainable Water Management: Building Nations Together” dan menjadi salah satu ruang penting bagi para pemangku kepentingan sektor air di kawasan ASEAN untuk bertukar gagasan, memperkuat jejaring, dan mendorong kerja sama implementatif.

Dalam kegiatan tersebut, IdWA diwakili oleh Agus Umar Yasin selaku Ketua Umum Indonesian Water Association (IdWA), Anggota Non-Pemerintah Dewan Sumber Daya Air Nasional Republik Indonesia (DSDAN), serta Water Positive Think Tank Member. Kehadiran IdWA menjadi bagian dari upaya memperkuat kontribusi Indonesia dalam percakapan regional mengenai ketahanan air, tata kelola sumber daya air, inovasi, pemanfaatan teknologi, dan pengelolaan air berkelanjutan.

Pada sesi “Innovation Spotlight: Voices of Water Leadership - ASEAN Perspectives”, Agus Umar Yasin menyampaikan presentasi berjudul “Integrated Water Security for ASEAN: Indonesia’s Perspective on Governance, Innovation and Water Reuse”. Melalui paparan tersebut, IdWA menegaskan bahwa ketahanan air tidak lagi dapat dipahami secara sempit sebagai isu infrastruktur atau teknologi semata. Ketahanan air kini merupakan agenda strategis yang berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat, ketahanan pangan, ketahanan industri, pertumbuhan perkotaan, adaptasi perubahan iklim, perlindungan lingkungan, dan daya saing ekonomi kawasan.

Tantangan Indonesia: Kompleksitas pada Skala Besar

Indonesia memiliki tantangan pengelolaan air yang sangat kompleks. Karakter geografis sebagai negara kepulauan menyebabkan kondisi air berbeda antarpulau, antardaerah aliran sungai, antarkota, kawasan industri, wilayah pertanian, dan pulau-pulau kecil.

Pertumbuhan penduduk, urbanisasi, peningkatan kebutuhan air baku, tekanan air limbah, serta risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, kekeringan, dan cuaca ekstrem menuntut pendekatan yang lebih terintegrasi.

Dalam konteks ini, pengelolaan air tidak cukup dilakukan melalui proyek-proyek yang berdiri sendiri. Ketahanan air perlu dikelola sebagai satu ekosistem yang menghubungkan tata kelola, regulasi, infrastruktur, data, pembiayaan, teknologi, akuntabilitas kelembagaan, dan kapasitas sumber daya manusia.

Pesan utama yang disampaikan IdWA adalah bahwa keberhasilan pengelolaan air terletak pada kemampuan membangun sistem yang bekerja secara nyata di tingkat wilayah sungai, perkotaan, kawasan industri, dan layanan kepada masyarakat.

Indonesia Tidak Berangkat dari Titik Nol

Salah satu pesan penting yang disampaikan adalah bahwa Indonesia tidak berangkat dari titik nol. Indonesia telah memiliki fondasi penting dalam pengelolaan sumber daya air, termasuk keberadaan DSDAN sebagai platform koordinasi nasional, kerangka regulasi sumber daya air, pembangunan infrastruktur bendungan dan irigasi, sistem penyediaan air minum regional, serta instrumen kepatuhan lingkungan untuk sektor industri.

Materi presentasi juga menampilkan sejumlah data yang menggambarkan skala pengelolaan air Indonesia, antara lain populasi 287,12 juta jiwa, 255 bendungan nasional, 3,14 juta hektare area irigasi kewenangan pusat, serta tantangan akses air minum dan sanitasi yang masih perlu terus diperkuat. Data tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kapasitas dan pengalaman besar, namun masih membutuhkan integrasi yang lebih kuat agar aset, regulasi, teknologi, dan pembiayaan dapat menghasilkan kinerja layanan yang terukur.

Ke depan, pembangunan infrastruktur air perlu bergerak dari paradigma asset construction menuju asset performance. Keberhasilan infrastruktur tidak hanya diukur dari jumlah fasilitas yang dibangun, tetapi dari sejauh mana fasilitas tersebut mampu memberikan layanan air yang aman, andal, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat, industri, pertanian, dan ekosistem.

Dari Kapasitas Instalasi Menuju Layanan yang Andal

Dalam konteks penyediaan air minum, IdWA menekankan pentingnya memperkuat sistem penyediaan air minum regional, memperluas jaringan distribusi, menurunkan tingkat kehilangan air (non-revenue water), memastikan kualitas air sampai ke pelanggan, serta meningkatkan keberlanjutan finansial operator. Layanan air minum tidak selesai pada kapasitas instalasi pengolahan. Layanan tersebut baru benar-benar selesai ketika air yang aman, andal, dan terjangkau sampai kepada masyarakat.

Untuk sektor industri, IdWA menekankan pentingnya transisi dari pendekatan pengolahan air limbah secara konvensional menuju produktivitas air industri. Water reuse, cleaner production, pemantauan digital, circular water management, serta budaya kepatuhan lingkungan yang lebih kuat menjadi elemen penting untuk meningkatkan kinerja lingkungan sekaligus mendukung pertumbuhan industri yang berkelanjutan.

Inovasi, AI, dan Tantangan Implementasi

Forum THAIWATER 2026 juga memberi ruang besar bagi diskusi mengenai inovasi dan artificial intelligence dalam pengelolaan air. Dalam pandangan IdWA, teknologi bukanlah hambatan utama. Tantangan yang lebih mendasar adalah bagaimana teknologi dapat diadopsi ke dalam kondisi operasional yang nyata, didukung oleh regulasi yang tepat, standar teknis, mekanisme pembiayaan yang bankable, data yang kredibel, akuntabilitas kelembagaan, serta tenaga profesional yang memiliki kemampuan implementasi.

Dengan demikian, transformasi sektor air tidak cukup hanya menghadirkan teknologi baru. Diperlukan ekosistem implementasi yang mempertemukan pemerintah, operator, asosiasi profesi, industri, penyedia teknologi, akademisi, lembaga pembiayaan, dan masyarakat pengguna. Teknologi akan menghasilkan dampak apabila dapat direplikasi, dibiayai, dioperasikan, dipelihara, dan diukur manfaatnya secara konsisten.

Business Networking dan Perluasan Jejaring Anggota IdWA

Selain sesi presentasi, THAIWATER 2026 juga menjadi platform penting bagi anggota IdWA dan delegasi Indonesia untuk memperkuat business networking di tingkat regional. Melalui interaksi dengan asosiasi air kawasan, perusahaan teknologi, konsultan, penyedia solusi, utilitas, pelaku industri, exhibitor, dan praktisi sektor air dari berbagai negara ASEAN, IdWA mendorong terbukanya peluang kolaborasi yang lebih luas.

Diskusi networking mencakup potensi kerja sama dalam teknologi pengolahan air dan air limbah, water reuse, digital monitoring, smart water systems, solusi air industri, peningkatan kapasitas profesional, serta peluang kemitraan proyek. Bagi IdWA, partisipasi internasional tidak hanya dimaknai sebagai representasi kelembagaan, tetapi juga sebagai upaya membuka akses bagi profesional, perusahaan, institusi, dan anggota IdWA untuk membangun jejaring, bertukar pengetahuan, menjajaki peluang pasar, dan membawa solusi praktis kembali ke Indonesia.

Agenda ASEAN: Dari Dialog Menuju Implementasi

Pada tingkat ASEAN, IdWA mendorong agar kerja sama regional bergerak dari dialog menuju implementasi praktis. Kolaborasi ke depan perlu diarahkan pada pilot project yang dapat direplikasi, standar implementasi bersama, adaptasi teknologi, pengelolaan air pulau kecil, ketahanan iklim, water reuse, serta penguatan kemitraan antara pemerintah, utilitas, asosiasi, akademisi, industri, dan lembaga pembiayaan.

Melalui partisipasi ini, IdWA menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung kontribusi Indonesia dalam agenda ketahanan air regional. Indonesia tidak seharusnya hanya dipandang sebagai pasar teknologi air, tetapi juga sebagai mitra strategis kawasan yang memiliki pengalaman praktis, kapasitas kelembagaan, jejaring profesional, serta pembelajaran implementasi yang dapat berkontribusi bagi masa depan air berkelanjutan di ASEAN.

IdWA menyampaikan apresiasi kepada THAIWATER 2026, ASIAWATER by Informa Markets, para pembicara, panelis, delegasi, exhibitor, dan seluruh organisasi yang berpartisipasi atas terselenggaranya forum yang bermakna bagi pertukaran pengetahuan, kerja sama regional, dan penguatan jejaring bisnis sektor air.

Forum ini menjadi pengingat bahwa masa depan ketahanan air ASEAN tidak hanya ditentukan oleh siapa yang memiliki teknologi paling maju, tetapi oleh siapa yang mampu membangun ekosistem paling terpercaya untuk mengimplementasikan, mereplikasi, membiayai, dan memperluas solusi air yang berkelanjutan.

Tentang IdWA

Indonesian Water Association (IdWA) adalah asosiasi yang berkomitmen memperkuat sektor air Indonesia melalui berbagi pengetahuan, pengembangan kapasitas profesional, kolaborasi teknologi, keterlibatan kebijakan, serta kemitraan antara pemerintah, industri, akademisi, utilitas, dan para profesional sektor air.

Go to Top
Menu
© 2026 - IdWA - All Rights Reserved
chevron-right