
Partisipasi di Hsinchu menghubungkan pengalaman pengelolaan air di Indonesia dengan perkembangan teknologi digital dan praktik operasi instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
Hsinchu, Chinese Taipei — Indonesian Water Association (IdWA) berpartisipasi dalam APEC Forum on Intelligent Wastewater Treatment and Digital Innovation pada 8–9 September 2026. Melalui forum ini, IdWA membawa perspektif Indonesia mengenai keterhubungan kebijakan, teknologi pengolahan, dan kapasitas praktisi dalam menjaga ketahanan air.
Industrial Technology Research Institute (ITRI) menyelenggarakan kegiatan dengan dukungan Department of Industrial Technology dan APEC Policy Partnership for Science, Technology and Innovation (PPSTI). Berdasarkan naskah kegiatan, forum melibatkan enam ekonomi APEC: Indonesia, Thailand, Chile, Filipina, Malaysia, dan Chinese Taipei. Tiga tema utamanya adalah penerapan teknologi di industri serta pemulihan energi dan sumber daya; teknologi pengolahan lanjutan dan strategi pemanfaatan kembali air; serta strategi digital dalam pengolahan air limbah.
Ketua Umum IdWA, Agus Umar Yasin, membawakan materi “From Risk to Resilience: Indonesia’s Regulatory Pathways for Intelligent and Sustainable Wastewater Management”. Sebagai anggota Dewan Sumber Daya Air Nasional dari unsur nonpemerintah, Agus turut membawa perhatian pada hubungan kualitas air, risiko lingkungan, dan koordinasi pengelolaan sumber daya air.
Paparan tersebut menempatkan keandalan pengolahan air limbah sebagai bagian dari ketahanan air Indonesia. Ketersediaan infrastruktur perlu disertai kemampuan operasi, pemeliharaan, serta pembiayaan berkelanjutan. Pemanfaatan kembali air juga perlu mempertimbangkan mutu sesuai peruntukan dan kebutuhan pengguna akhir.
Forum turut menampilkan Dwi Handaya dengan studi kasus penggunaan teknologi bakteri untuk pengolahan dan pemanfaatan kembali air limbah domestik di Indonesia. Kedua materi mempertemukan perspektif tata kelola dan pengalaman teknis yang dekat dengan kebutuhan operator.
Salah satu pokok materi Agus adalah kebutuhan menghubungkan informasi dari berbagai sistem pemantauan. SPARING (Sistem Pemantauan Kualitas Air Limbah secara Terus-Menerus dan Dalam Jaringan) dibahas dalam konteks buangan industri, sementara ONLIMO (pemantauan kualitas air secara daring) berkaitan dengan kondisi badan air. Keterhubungan informasi ini menjadi peluang untuk membantu menelusuri perubahan kualitas air dan memperjelas tindak lanjut pengendalian pencemaran.
Materi juga menyoroti aerasi sebagai peluang efisiensi operasi IPAL. Sensor oksigen terlarut (DO), pengaturan kecepatan blower, dan analisis berbasis kecerdasan buatan (AI) dapat membantu menyesuaikan pasokan udara dengan kebutuhan proses. Penerapannya memerlukan data yang andal serta evaluasi konsumsi energi bersama mutu efluen.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan pada 9 September ke fasilitas IPAL Hsinchu Science Park Bureau (National Science and Technology Council). Paparan teknis memperlihatkan proses biologis anoksik–aerobik yang dipadukan dengan membrane bioreactor (MBR), serta penggunaan sensor, SCADA (supervisory control and data acquisition), dan hasil laboratorium untuk mendukung pengawasan serta kendali operasi.
Dalam salah satu contoh analisis AI yang dipaparkan, penurunan pembacaan konsentrasi padatan lumpur aktif diperiksa bersama data tekanan membran, aliran filtrasi, dan riwayat pemeliharaan. Indikasinya mengarah pada gangguan sensor, sehingga rekomendasi mencakup pembersihan, kalibrasi, dan pemeriksaan manual sebelum perubahan proses dilakukan. Contoh tersebut menegaskan pentingnya verifikasi rekomendasi digital berdasarkan kondisi lapangan.
Pembelajaran ini relevan dengan peran IdWA dalam pengembangan kompetensi dan pertukaran pengetahuan antarpraktisi. Penerapan teknologi dapat dimulai dari kebutuhan yang spesifik, misalnya pengaturan aerasi atau pemeriksaan gangguan sensor. Manfaatnya perlu dinilai dengan membandingkan mutu efluen dan konsumsi energi terhadap kondisi awal sambil memperhitungkan perubahan beban limbah.
Partisipasi dalam APEC–ITRI membuka ruang bagi IdWA untuk memperluas jejaring pengetahuan serta menjajaki kerja sama teknis sesuai kebutuhan Indonesia. IdWA menyampaikan apresiasi kepada APEC, ITRI, dan seluruh panitia atas kesempatan berbagi pengalaman. Ikuti kanal resmi IdWA untuk mendapatkan pembelajaran dan perkembangan kolaborasi di sektor air.
Indonesian Water Association (IdWA) merupakan asosiasi yang berupaya mewujudkan lingkungan yang lebih baik melalui perbaikan sistem pengelolaan air bersih dan air limbah yang berkelanjutan. Kepengurusan IdWA periode 2025–2029 dipimpin oleh Ketua Umum Agus Umar Yasin.
Informasi lebih lanjut: www.idwa.or.id
